Pemyataan Mahfud MD Menggetarkan Jiwa, Pendukung FPI Terdiam

Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyampaikan sikap tegas pemerintah kepada para anggota dan juga pendukung Front Pembela Islam (FPI).

Mahfud MDMahfud secara blak-blakan memberikan penegasan bahwa sejumlah ulama yang terseret hukum itu murni karena adanya tindak pidana. Bukan karena status politik keagamaannya.

Saya bilang, kapan terjadi kriminalisasi ulama? Coba sebutkan satu ulama yang dikriminalisasi, tanyas aja. Tidak ada yang menjawab,” tegas Mahfud MD dalam keterangan tertulisnya pada hari Kamis (24/12).

Mantan ketua Mahkamah Konstitusi tersebut berjanji bahwa jika memang ada ulama yang dikriminalisasi maka dirinya pun akan segera melakukan upaya pembebasan.

“Ayo sebutkan satu saja, siapa ulama yang dikriminalisasi sekarang ini. Tetap tak ada yang menjawab,” jelas Mahfud MD.

Meski memang dalam keterangan tertulis tersebut, Mahfud juga tidak menuliskan dimana lokasi pertemuan antara dirinya dengan pendukung FPI atau simpatisan dari Habib Rizieq Shihab.

Mahfud MD menilah bahwa pemerintah selama ini tak pernah melakukan kriminalisasi ulama, Mahfud pun menyebutkan sejumlah tokoh ata ulama yang terjerat kasus hukum. Sebut saja Abu Bakar Baasyir yang disebutkan dijatuhi hukuman karena terbukti terlibat masalah terorisme.

Kedua Habib Bahar bin Smith dihukum menurut Mahfud MD karena dirinya mengolok-olok pemerintah. Selanjutnya ada nama Habib Rizieq Shihab yang secara sah melakukan tindak pidana umum.

Kemudian ada pula nama Sugik Nur Rahardha yang dikenal dengan nam Gus Nur yang disebut Mahfud MD jelas melakukan ujaran kebencian terbuka serta bukan seorang ulama.

“Ketahuilah, tak ada kriminalisasi ulama di Indonesia. Mereka yang dihukum itu karena tindak pidana, bukan karena ulama. Masa melakukan kejahatan tidak dihukum?” bebernya.

Mahfud MD pun memberikan penegasan bahwa kalau selama ini tidak ada yang namanya Islamofobia di Indonesiia. Mayoritas orang-orang yang ada di pemerintahan, pejabat, petinggi termasuk TNI dan juga Polri itu punya agama Islam sehingga tak mungkin kalau terjadi Islamofobia di Tanah Air.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.